Selasa, 28 Januari 2014

Move On dari Patah Hati

Judul oh Judul...aku begadang lagi karena mu,
setelah patah hati judul kemarin ditolak mentah - mentah,,,,
"tetap tunduk mengetik, tetap tegak memulai saat judul ditolak" tapi ngedownnya terlalu lama makanya saya lampirkan Judul Gagal yang membuat saya patah hati berminggu - minggu...

Form: A
28/5/2013
 
ppkn.fkip.uns.ac.id

@judulskripsi
Rounded Rectangle: Dibuat
2 eks



PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI
PRODI PPKN JURUSAN P. IPS
FKIP-UNS

NAMA

NurFaoziah
NIM
K6410047

NO. HP


EMAIL
Faoziah_embem@yahoo.com

PEMBIMBING I

Drs. Machmud AR, SH, M.Si
PEMBIMBING II (jika sudah ada)


TANGGAL PENGAJUAN


No. REGISTER (disisi tim)


TANDAN TANGAN MAHASISWA




(NurFaoziah)
STATUS

DITERIMA/DITOLAK/REVISI *)
CATATAN, TANGGAL, TANDA TANGAN TIM, DAN STEMPEL



















(Wijianto,S.Pd.,M.Sc)
TANDA TANGAN PEMBIMBING I
(setelah diterima tim)






(Drs. Machmud AR, SH, M.Si)
TANDA TANGAN PEMBIMBING II
(setelah diterima tim)







(…………………………………)
TANDA TANGAN KETUA PROGRAM STUDI
(setelah di terima tim dan ditanda tangani pembimbing I dan II)







(Dr. Sri Haryati, M.Pd)

FORM –A.2
PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI KUANTITATIF

DESKRIPSI:
YA
TIDAK
1.JUDUL (TULIS LENGKAP):
Pengaruh Kecerdsan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran PPKN Kelas VIII SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo


VARIABEL:
X
Kecerdasan Emosional
Y
Prestasi Belajar



(maksimal 20 kata)
BERKONTRIBUSI TERHADAP:
1) PENGEMBANGAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI ILMU MAUPUN PRAKTEK KEWARGANEGARAAN ATAU
2) PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH MAUPUN DI MASYARAKAT.


2.MASALAH (DESKRIPSIKAN SINGKAT)
Pendidikan merupakan segala proses belajar mengajar, sedangkan pendidikan di Indonesia merupakan segala proses pendidikan yang dilakukan di Indonesia baik secara struktur atau tidak terstruktur. Dalam pengertiannya pendidikan di identikan sebagai proses pembelajaran secara formal yang dilakukan dalam lingkup sekolah. Pendiidkan di Indonesia sendiri  secara formal dapat ditempuh dari jenjang Sekolah dasar hingga perguruatinggi.
Dalam proses pendidikan formal terdapat beberapa komponen yang berperan dalam prosesnya seperti pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas), saat ini pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendididkan Nasional, semakin kebawah tentunya sekolah  sekolah formal yang terdiri dari kepala sekolah beserta komponennya termasuk didalamnya siswa sebagai penerima proses pendidikan itu sendiri.
Pada umumnya dalam proses pendidikan formal yang diterima oleh siswa diukur dari prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. (Ngalim, Purwanto. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Karya. 1988 Hlm 85-87)Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Prestasi akademik merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Prestasi belajar merupakan penguasaan terhadap mata pelajaran yang ditentukan lewat nilai atau angka yang diberikan guru.Dari pernyataan tersebut mengenai prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh dari proses belajar dan pada umumnya di Indonesia setiap proses pendidikan menghasilkan prestasi belajar berupa rapot (laporan hasil belajar) yang berupa angka, yang biasanya lazim disebut dengan nilai kognitif.
Sudah menjadi hal yang lazim bahwa setiap prestasi belajar siswa yang terkait dengan kognitif atau nilai selalu diukur dengan menggunakan IQ (intellegence Quetion) atau kecerdasan berdasarkan rasional, namun dalam pembelajaran PPKn tentu tidak hanya kemampuan secara kognitif yang dinilai sebagai hasil dari prestasi belajar tentu terdapat penialian secara afektif (tingkah laku). Dalam hal penilaian afektif ini kecerdasan emosional atau EQ (Emotional Quotion) yang berperan selain SQ (Spiritual Quetion). Pada tahun 1960 sebuah buku ajar yang sangat berpengaruh menyatakan bahwa kecerdasan sosial merupakan konsep yang tak berguna,  namun Gardener menyatakan bahwa konsep – konsep lama mengenia IQ hanya berkisar pada kecakapan linguistik atau bahsa serta matematika sehingga keberhasilan dalam prestasi belajar yang berupa nilai hanya menjadi gambaran kecerdasan intelektual .
Gardener dalam definisi dasar tentang kecerdasan emosional mencetuskan lima wilayah utama yaitu, 1. Mengenali emosi diri, 2. Mengelola Emosi, 3. Memotivasi Diri Sendiri, 4. Mengenali Emosi orang lain, 5. Membina Hubungan. Bahwa menurut Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul Kecerdasan Emosional mengatakan orang dengan IQ tinggi tapi kecerdasan emosional rendah atau IQ rendah degan kecerdasan emosional tinggi relatif rendah.
 Pengaruh dari kecerdasan emosional ini yang menjadi ketertarikan penulis sehingga penulis ingin mengetahui pengaruh kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo terhadap prestasi belajar mata pelajaran PPKn, karena dalam PPKn tidak hanya prestasi belajar secara angka yang dibutuhkan namun lebih dari produk kelauaran itu sendiri dilihat dari kecerdasan emosionalnya dimana pengaruh tersebut dapat dinilai dari prestasi belajar tinggi belum tentu kecerdasan emosional tinggi dan sebaliknya, maka penulis ingin mengetahui adakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PPKn siswa kelas VIII SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo, karena melalui pra-penelitian yang dilakukan prestasi belajar rata – rata PPKn siswa kelas VIII adalah 74, 8 kurang dari batas minimal yaitu 80. Dengan mengetahui kecerdasan emosional dengan nilai atau prestasi belajar yang mereka peroleh diharapkan kita dapat mengetahui apakah kecerdasan emosional seseorang berpengaruh terhadap prestasi belajar terutama dibidang PPKn.

(Berisi aspek-aspek masalah yang dikaji berupa kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang didukung data dan fakta, penjelasan kronologis timbulnya masalah, dan pentingnya masalah untuk dikaji.



3.HARAPAN
(KONDISI IDEAL)
KENYATAAN
(KONDISI RIIL)
YA
TIDAK
DESKRPSIKAN SINGKAT:
Pembelajaran PPKn tidak hanya berakhir pada prestasi belajar yang bersifat kognitif mengenai pemahaman secara pengetahuan atau yang sering dikaitkan dengan IQ tetapi lebih kedalam afektif yaitu tingkah laku karena PPKn cenderung menanmkan nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila. Idealnya tingkah laku yang baik atau yang disebut dengan kecerdasan emosionla dan spiritual baik maka hasil prestasi belajar akan baik. Jadi, akan terjadi keseimbangan.




DESKRIPSIKAN SINGKAT:
Berdasarkan penelitian singat yang dilakukan, bahwa siswa kelas VIII SMP Lanud Adi Soemarmo rata – rata mempunyai prestasi belajar PPKn 74,8 kurang dari batas lulus yaitu 80,0. Dalam memandang prestasi belajar sering kali hanya dilihat pengaruh secara kecerdasan intelektual yang terdiri dari pemahaman secara linguistik dan matematika yang berakhir dengan nilai kognitif sedangkan dalam pembelajaran PPKn tidak hanya dipandang dari nilai secara intelektual namun juga nilai – nilai keseharian yang lebih kedalam tingkah laku. Seperti yang terdapat dalam buku Peran Disiplin pada perilaku dan Prestasi Belajar yang mengatakan bahwa prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Prestasi akademik merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Prestasi belajar merupakan penguasaan terhadap mata pelajaran yang ditentukan lewat nilai atau angka yang diberikan guru. Padahal seharusnya dalam pembelajaran PPKn tidak hanya dilihat dari nilai secara kognitif melainkan lebih kedalam tingah laku.
Menurut Goleman kecerdasan intelektual tinggi belum tentu kecerdasan emosional tinggi dan sebaliknya. Pada ranah kecerdasan emosional menurut Gardner bahwa kecerdasan emosional dibagi kedalam 5 wilayah yaitu, mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membin hubungan.
Dari prestasi belajar PPKn yang diperoleh oleh siswa dengan ciri – ciri kecerdasan emosional menurut Gardener yang dibagi dalam 5 ranah tersebut, apakah kecerdasan emosional seseorang turut mempengaruhi prestasi belajar dalam bidang PPKn ?






4.DATA DAN FAKTA
(DESKRIPSIKAN DATA DAN FAKTA TERKAIT SECARA SINGKAT)

Menurut Daniel Golman dalam bukunya yang berjudul “Kecerdasan Emosional” sekolah dan budaya kita lebih menitik beratkan pada kemampuan akademis, mengabaikan kecerdasan emosional yaitu serangkaian karakter yang juga sangat berpengaruh.
(Goleman, Daniel. 2003. Kecerdasan Emosional. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Pengertian Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Prestasi akademik merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Prestasi belajar merupakan penguasaan terhadap mata pelajaran yang ditentukan lewat nilai atau angka yang diberikan guru. Berdasarkan hal ini, prestasi belajar dapat dirumuskan :
·           Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai ketika mengikuti, mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah.
·           Prestasi belajar tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa dan evaluasi.
·           Prestasi belajar dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru.

Jadi prestasi belajar berfokus pada nilai atau angka yang dicapai dalam proses pembelajaran di sekolah. Nilai tersebut dinilai dari segi kognitif karena guru sering memakainya untuk melihat penguasaan pengetahuan sebagai pencapaian hasil belajar siswa.(Tu’u,Tulus.2004.Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa.Jakarta:Rineka Cipta)

(cantumkan sumbernya)


5.RUMUSAN MASALAH
(DESKRIPSIKAN RUMUSAN DAN HIPOTESISNYA)
Rumusan Masalah: Apakah ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mata pelajaran PPKn siswa kelas VIII SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo?
Hipotesis :
Ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mata pelajaran PPKn siswa kelas VIII SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo
PENGARUH.


6.TEORI
(DESKRIPSIKAN TEORI YANG DIGUNAKAN SECARA SINGKAT SESUAI VARIABEL)

DEFINISI KONSEP:

Prestasi Belajar
Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Prestasi akademik merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Prestasi belajar merupakan penguasaan terhadap mata pelajaran yang ditentukan lewat nilai atau angka yang diberikan guru. Berdasarkan hal ini, prestasi belajar dapat dirumuskan :
·           Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai ketika mengikuti, mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah.
·           Prestasi belajar tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa dan evaluasi.
·           Prestasi belajar dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru.

Jadi prestasi belajar berfokus pada nilai atau angka yang dicapai dalam proses pembelajaran di sekolah. Nilai tersebut dinilai dari segi kognitif karena guru sering memakainya untuk melihat penguasaan pengetahuan sebagai pencapaian hasil belajar siswa.(Tu’u,Tulus.2004.Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa.Jakarta:Rineka Cipta)

DEFINISI OPERASIONAL:

Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional mempunyai indikator:
1. Mengenali Emosi Diri
2. Mengelola Emosi
3. Motivasi Diri sendiri
4. Mengenali Emosi orang lain
5. Membina Hubungan
(Goleman, Daniel. 2003. Kecerdasan Emosional. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta


DISERTAI INDIKATOR TIAP VARIABEL

(Berisi pengkajian ilmiah berupa teori atau hasil penelitian yang relevan, berhubungan dengan fenomena yang dikaji dan diungkapkan secara terpadu,merupakan kerangka kerja konseptual dan teoritis untuk menjelaskan fenomena yang terdiri dua variabel atau lebih)


Teori yang mengkaitkan x dan y




7.METODOLOGI (DESKRIPSIKAN SINGKAT SESUAI KOLOM DI BAWAHNYA)
YA
TIDAK
POPULASI DAN SAMPEL:
Populasi : SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo
Sample : Kelas VIII SMP Angkasa Lanud Adi Soemarmo


TEKHNIK PENGUMPULAN DATA (INSTRUMEN):
Variabel x (jenis data interval)
Variabel y (jenis data ratio )


(contoh instrumen)


VALIDITAS DATA:




ANALISIS DATA:



DAFTAR PUSTAKA
(CANTUMKAN 2 BUKU TEORI TERKAIT VARIABEL/MASALAH DAN 2 BUKU METODOLOGI YANG DIPAKAI)
Goleman, Daniel. 2003. Kecerdasan Emosional. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tu’u,Tulus.2004.Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa.Jakarta:Rineka Cipta
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatf, dan R&D. Bandung: Alfabeta








Catatan: untuk dapat diterima semua aspek harus di (v) pada kolom ya oleh tim.


 Semoga Judul yang besok gak akan buat saya Patah Hati lagi...


2 komentar:

  1. mau tanya yang bukunya Tulus Tu’u,Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa . nyarinya dmna an,, klo bisa order saya mau??

    BalasHapus
  2. saya nyari di perpustakaan pusat UNS waktu itu ada,,

    BalasHapus