Selasa, 09 April 2013

ARTIKEL



HUBUNGAN INTERNASIONAL SEBAGAI SUBJEK AKADEMIK”

Hubungan Internasional sebagai subjek akademik yang dibahas dalam buku ini merupakan HI sebagai subjek akademik yang brkembang saat ini.Sebelum melangkah lebih jauh mengenai HI sebagai subjek akademik, kita ketahui bahwa HI bukan hanya masalah dengan hubungan politik antara negara-negara tetapi juga dengan sekelompok subyek lainya, seperti interdepedensi ekonomi, hak asasi manusia, perusahaan transnasional, organisasi internasional, lingkungan hidup dll.
Ada empat tradisi teoritis penting dalam HI; realisme, liberalisme, masyarakat internasional, dan EPI. Dalam bab HI sebagai subyek akademi ini akan mengkaji HI sebagai subyek akademik yang sedang berkembang. Hampir seluruh waktu selama abad keduapuluh terdapat cara berpikir yang dominan tentang HI dan tantangan besar terhadap cara berpikir tersebut. Perdebatan dan dialog tersebut merupakan subjek utama bab ini. Ada banyak teori yang berbeda-beda dalam HI. Teori-teori tersebut dapat dipilah dalam sejumlah cara.
Tentunya pemikiran HI dipengaruhi oleh subjek-subjek akademik lainya, seperti filsafat, sejarah hukum, sosiologi, atau ekonomi. Pemikiran Hi juga menjawab perkembangan historis dan kontemporer dalam dunia nyata. Dua perang dunia, perang dingin, dan perkembangan yang berlarut-larut antara negara utara dan selatan adalah contoh-contoh masalah dan kejadian dunia nyata yang telah menggerakkan keilmuan HI di abad keduapuluh.
Ada tiga perdebatan besar sejak perkembangan HI menjadi subyek akademik di akhir perang dunia pertama, dan sekarang kita berada diawal tahap keempat. Keempat perdebatan tersebut adalah :
1.      Perdebatan antara liberalisme utopian dan realisme
2.      Pendekatan tradisional dan behaviourisme
3.      Neorealisme / Neoliberalisme dan Neomarxisme
4.      Perdebatan antara tradisi yang telah mapan dan alternatif-alternatif kaum pasca positivisme ( perdebatan sekarang ini ).
Pada perdebatan antara liberalisme utopian dan realisme mendorong munculnya subjek akademik HI yang terpisah adalah disebabkan oleh PD 1 (1914-1918),yang mengakibatkan jatuhnya jutaan korban jiwa.Kenapa ini menjadi awal dari subjek akademik HI?karena hal ini tidak terlepas dari para pemikir – pemikir liberalis yang saat itu ada dan kaum idealis.
Sedangkan pada pendekatan tradisional dan behaviorisme berakar dalam filsafat, sejarah dan hukum, dan dicirikan “terutama dengan mendasarkan secara eksplisit atas pelaksanaan penilaian’(Bull 1969). Menempatkan penilaian pada inti teori  internasional memberikan penekanan karakter normatif dari subjek yang pada intinya menimbulkan sebagian permasalahan moral yang terlibat tidak dapat mepolitisi maupun diplomat atau siapa pun yang terlibat tidak dapat melepaskan diri, seperti penyebaran senjata nuklir dan pembenaran pengunaannya, intervensi militer di negara- negara merdeka, dan seterusnya. Cara mempelajari HI ini biasanya mengacu pada pendekatan tradisional, atau klasik.
Berbeda lagi dengan Neoralisme atau Neolibralisme dan Neomarxisme yang melihat hubungan internasional dengan perdagangan dan investasi, perjalanan dan komunikasi, dan isu-isu serupa dalam hubungan negara demokrasi liberal.
Sekarang ini kita berada pada perdebatan yang ke empat yaitu perdebatan antara tradisi yang telah mapan dan alternatif-alternatif kaum pasca positivisme. Isu dan metodologi baru yang dikemukakan disini memiliki persamaan : mereka menyadari bahwa tradisi yang mapan dalam HI gagal menguasai perubahan polotok dunia pasca Perang Dingin. Pendekatan baru ini seharusnya dilihat sebagai “aliran-aliran baru” yang mencoba menunjukkan arah disiplin akademis HI yang lebih sesuai dengan hubungan internasional pada permulaan milenium baru. Singkatnya banyak penstudi berpandapat bahwa perdebatan HI keempat telah terbuka lebar di tahun 1990-an diantara tradisi-tradisi yang telah mapan disatu sisi dengan aliran-aliran baru ini di sisi lain.
Dari uraian singkat diatas mengenai perdebatan – perdebatan yang ada dan rangkaian permulaan subjek Hubungan Internasional ada.Hal tersebut merupakan permunculan dari pemikir – pemikir terdahulu mengenai isu – isu dunia yang ada sehingga terciptalah subjek dari hubungan internasional itu sendiri yang ada dengan pendekatan – pendekatan serta teori yang berbeda – berbeda sesuai dengan isu yang sedang di bahas di dunia internasional.
Dari perdebatan – perdebatan yang ada mengenai HI sebagai subjek akademik, menurut saya dipengaruhi oleh perkembangan dari Hubungan Internasionla itu sendiri yang dilakukan oleh negara – negar yang melakukan hubungan.Jadi Hubungan Internasional sebagai subjek akademik berkembang sesuai dengan isu – isu atau pun perdebatan yang sedang terjadi saat ini.
Maka jika ada pertanyaan teori atau perdebatan yang mana yang paling baik?menurut saya dalam Hubungan Internasional tidak ada teori atau perdebatan yang paling baik karena dalam HI sebagai subjek akademik sudah saya kemukakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan perkembangan mengenai isu – isu yang ada saat ini.Teori – teori yang ada menjadi sebuah pendekatan untuk mengeahui peristiwa  peristiwa yang terjadi di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar