Rabu, 14 Desember 2016

Negara Kekuasaan John Locke



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkbjYap5U29Viqv2QQbX2GeCCQFOgSAraMbZkK2_LYEQa9beAi_Cp5B1TduAuLRFX1etH1Oq5UokCUvUOiWfjcXeqmb5n4eq0sGYiAj7kLkUiVwcPE2biTMcBEDeSIOqF0Lh5RkK8MhRc1/s1600/John+Locke.png
John Locke


John Locke adalah seorang filsuf yang lahir pada tahun 1632 dengan prinsip – prinsip kekuasaan negara yang mengacu pada kedaulatan rakyat pada negara yang menganut civil society, pendapat John Locke sendiri mengenai prinsip – prinsip kekuasaan negara yang disebut dengan supreme power. John Locke sendiri justru menolak kekuasaan negara absolut karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat pada negara yang menganut civil society berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan oleh Machiavelli.
Kekuasaan Negara Suprame Power merupakan kekuasaan yang memegang kepercayaan rakyat kepada penguasa untuk memerintah (government by the consent of the people) , jadi kekuasaan terhadap negara lebih didasarkan kepada kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat untuk penguasa atau pemerintah untuk menjalankan dan memerintah negara.
Kekuasaan itu tidak bebas dan otonom berhadapan dengan aspirasi dan kehendak rakyat , jadi kekuasaan yang telah diberikan rakyat tidak menjadikan pemerintah lupa dan tidak mendengarkan aspirasi masyarakat melainkan kehendak masyarakat menjadi utama karena masyarakatlah yang memberikan kepercayaan terhadap penguasa untuk memimpin negara.
Kekuasaan negara yang dominan akan menyebabkan hilangnya hak-hak rakyat (HAM), jadi kekuasaan yang ada tidak boleh dominan karena akan menghilangkan hak asaasi manusia disini kekuasaan negara ada untuk melindungi segenap hak – hak warga sipil bukan malah menindas kehidupan warga sipil.
Minimalisasi peran negara dan penghargaan tinggi terhadap hak-hak individual menjadi inspirasi negara liberal, jadi kebebasan disini dilindungi karena peran negara bukan membelenggu kebebasan warga sipil melainkan melindungi kebebasan warga sipil.
Kekuasaan negara absolute adalah kekuasaan yang mutlak dari raja dan sifatnya ilahi dan suci. Sifat ilahi dan suci ini diartikan sebagai kekuasaan yang mewakili tuhan didunia ini atau yang disebut dengan salinan kepemimpinan Tuhan sehingga kekuasaan tersebut menjadi cerminan kekuasaan tunggal ilahi.
John Locke menentang kekuasaan absolute karena kekuasaan absolute bertentangan dengan civil society dengan pemehaman masyarakat sipil merupakan masyarakat politik (political society) dimana masyarakat sipil mempunyai derajat yang sama dalam berpolitik dan menjalankan pemerintahan tidak sperti pemahaman tentang kekuasaan absolute dimana hanya raja yang memiliki kekuasaan mutlak.
Kekuasaan absolute dapat dicegah dengan cara pembatasan kekuasaan ke dalam tiga bentuk kekuasaan politik yaitu kekuasaan Eksekutif, kekuasaan Legislatif dan kekuasaan Federal. Denganpembagian kekuasaan politik tersebut maka kekuasaan Legislatif lebih tinggi dari kekuasaan Eksekutif dan bertugas untuk mengontrol kekuasaan Eksekutif, kekuasaan Legislatif sendiri dikontrol oleh hokum kodrat.

Machiavelli dalam Merebut dan Mempertahankan Kekuasaan




Machiavelli


Machiavelli memiliki obsesi terhadap negara kekuasaan (maachtstaat) dimana kedaulatan

tertinggi terletak pada kekuasaan penguasa dan bukan kepada rakyat atau prinsipi-prinsip

hukum. Machiavelli merupakan filsafat yang hidup dan mengalami masa renaisans yaitu tonggak kebangkitan peradaban eropa. Dimana pada masa ini beliau mempunyai pemikiran politik mengenai penguasaan negara atau negara kekuasaan. Beliau menganggap bahwa jika ingin menjadi suatu pemimpin negara maka harus memiliki kekuasaan dan kekayaan. Kekuasaan disini bisa diaplikasikan kedalam hokum yang baik dan tentara yang baik sebagai system politik yang baik. Dengan kekayaan dan kekuasaan ditambah dengan hokum yang baik dan tentara yang baik penguasa harus dapat mengatur rakyatnya melalui paksaan dengan kekuasaannya. Negara bukan lagi menjadi symbol pemerintahan yang untuk kepentingan rakyat melainkan sebagai symbol tertinggi dari suatu kekuasaan politik sehingga sebagai pemimpin negara berhak melakukan supremasi kekuasaan sebagai alat untuk menguasai dan mengatur semuanya secara otoritas. Jadi melalui kekuasaan pemimpin mempunyai otoritas untuk memerintah dengan cara memaksa sekali pun.
Machiavelli mempunyai gagasan politik tentang negara, penguasa, dan kekuasaan. Dimana, penguasa yang baik menurut Machiavelli harus mengejar kekayaan dan kekuasaan, seperti yang dijelaskan diatas sebagi pemimpin mengejar kekayaaan dan kekuasaan merupakan jalan untuk dapat menjalankan otoritasnya dalam memimpin negara dengan cara memaksa sekalipun.Kekuasaan adalah raison d’etre negara, yaitu kekuasaan merupakan implikasi dari negara atau tujuan dari kekuasaan adalah tujuan dari negara.Negara sebagai simbolisasi tertinggi kekuasaan politik, jadi negara sebagai pemerintahan tertinggi bagi pemimpin untuk menguasai kekuasaan politik.
Sebagai pemimpin negara yang bijak seorang pemimpin  atau penguasa harus mengedepankan kekayaan dan kekuasaan serta memiliki kemampuan untuk menjadi baik sekaligus menjadi buruk serta sifat – sifat tegas, kekejaman, kemandirian, disiplin dan control diri dan mampu memperlihatkan repotasi baik seperti murah hati, ketulusan. Jadi pada dasarnya Machiavelli memiliki obsesi terhadap negara kekuasaan (maachstaat). 
Pengusaha membutuhkan kekuasaan untuk dapat menjalankan negara beserta perangkat yang melekat, untuk mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan Machiavelli berpendapat hal tersebut dapat ditempuh dengan cara – cara memusnahakan semua lawan politik dan negaranya, dengan cara ini penguasa mempertahankan kekuasaan karena segala sesuatu yang menghalangi jalannya untuk menjadi penguasa disingkirkan atau dimusnahkan sehingga tidak akan ada perlawanan dari musuh politik yang sudah dimusnahkan tersebut dan dalam merebut serta mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan termasuk politik adu domba atau divide et impera dalam mempertahankan kekuasaannya. 
Selain memusnahkan lawan politik untuk melanggengkan kekuasaan diperlukan Kolonisasi yaitu perluasan wilayah samapi keluar batas negaranya, hal ini dilakukan untuk perluasan daerah kekuasaan dan biasanya hal ini dilakukan untuk mencari sumber daya alam atau sumber tenaga manusia untuk kesejahteraan perekonomian negara pusat. 
Machiavelli mengibaratkan sebagai penguasa harus memiliki dua wajah (manusia dan binatang) atau Chiron disini pengartian dua wajah sebagai manusia sekaligus binatang yaitu mempunyai kehidupan seperti binatang buas dimana yang kuat maka yang menang. Merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan cara yang kuat yang menang. 
Seorang penguasa menuju kekuasaan yang kuat dan negara yang kuat harus didukung dengan angkatan perang yang kuat atau the armed prophets, dengan angkatan perang yang kuat serta didukung dengan senjata yang kuat maka negara dapat menjalankan cara kolonisasi terhadap negara lain serta mempertahankannya kekuasaan dengan cara pelatihan militer sehingga tercipta rasa nasionalisme terhadap negara untuk memupuk rasa setia terhadap negara dan melahirkan angkatan perang yang kuat. Seorang penguasa harus mengetahui keadaan negara serta mengerti cara melawan musuh, dengan mengetahui keadaan negara maka pemimpin akan tahu bagaimana cara melawan musuhnya sehingga akan tercipta kekuasaan yang mutlak. 
Negara harus memanfaatkan agama atau Utilitarianisme agama dan politik yaitu memanfaatkan agama untuk kepentingan politik jadi Machiavelli menyarankan kepada penguasa agar tetap mempertahankan dan memelihara ritus keagamaan untuk mencari simpati. 
Negara hanya untuk dikuasai oleh penguasa. Angkatan bersenjata dijadikan pion untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaan melalui Kolonisasi, agama dijadikan sebagai alat mendapatkan simpatik untuk memlihara kekuasaan penguasa. Penguasa merupakan negara itu sendiri dengan kata lain penguasa adalah pusat dari segara yang ada di dalam negara. Tidak ada kekuasaan yang lebih absolut dalam negara dari pada penguasa, semua usaha yang dilakukan oleh negara hanya untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaan penguasa.
  

Selasa, 13 Desember 2016

Lebih baik berdebat sengit dengan mu dari pada harus jatuh cinta lagi dengan orang lain.........